My poetry II

Standar

Dingin terasa mencekam membisu di kelam gelap nya malam,kelam mencekam lelah membisu dan kaku,terbaring tubuh ku tak bergerak lagi,saat mimpi t’lah benar-benar nyata.

Hanya jeritan tanpa air mata yang menemani ku,aku merasa berada di tengah dinding dua alam yang yang berbeda,angin lalu kelam membawa ku jauh di alam keabadian.”Mati”.

Aku merasakan mati bila jauh dari kamu,aku janji,bahwa suatu saat aku akan menjemput kamu dalam suatu purnama,di mana tempat engkau akan merasakan betapa indah nya”Cinta”

Ketenangan ku yang adalah hidup ku,tanpa mu tak bisa ku lalui sedesah nafas pun dalam ketenangan!

Berbahagialah!! Atas apa yang kau lakukan hari ini.

Yang terbaik buat mu”

Ketahuilah, apapun yang menjadikan mu bergetar itu lah yang terbaik buat mu!

Dan karena itu lah,hati seorang pecinta lebih besar di banding singgasana tuhan.

Dan aku bisa meyakini di hadapan tuhan,bahwa hanya kamu yang ada dalam diri dan hidup ku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s