Mekanik Racing Untuk Tune up

Standar

Mekanik Racing Untuk Tune up

 

Rasanya udah tidak asing dengan kata tune up, mungkin kalian yang punya kendaraan pasti pernah tune up. Pribadi saya mahasiswa universitas gunadarma teknik mesin suka maenin tune up, Yang pasti untuk merawat dan sekaligus meningkatkan daya atau power pada mesin. Disini saya pengen bahas tentang tune up.

Untuk meningkatkan daya atau power mesin motor standard yang biasa disebut tune up, perlu diusahakan perbaikan 4(empat) hal berikut :

  1. Meningkatkan compression ratio.
  2. Merubah timing port pemasukan(intake) dan pengeluaran (axhaust).
  3. Memperbaiki / memperlancar pemasukan bahan bakar dan bila diijinkan dalam peraturan perlombaan maka perbesar atau ganti karburator dengan ruang yang lebih besar.
  4. Bila peraturan perlombaan mengijinkan maka pebaiki / rubah atau ganti system exhaust.

Meningkatkan compression ratio adalah salah satu cara meningkatkan pwer mesin. Namun ada keterbatasan, bahkan bila kompresi terlalu tinggi bias berakibat buruk terhadap mesin, oleh karena itu harus diatur dengan cermat.

Yang dimaksud dengan compression ratio adalah :

 

Perbandingan volume cylinder terhadap ruang bakar.

 

Rumus :

VOLUME CYLINDER + VOLUME RUANG BAKAR ͇          V + V

VOLUME RUANG BAKAR                                                               V

 

Untuk mengetahui atau menghitung compression ratio (CR) dari suatu mesin, perlu mengetahui BORE dan STROKE mesin tersebut. Bagi mesin 2 langkah juga perlu diketahui ketinggian exhaust port serta posisi piston saat berada di titik mati atas (TMA).

Hal ini dibutuhkan karena menghitung CR dari mesin 2 langkah, volume cylinder diperhitungkan dari stroke piston saat TMA sampai bibir paling atas dari exhaust port.

Rumus perhitungan cylinder

0,785 x D² x Stroke

PERBAIKAN PEMASUKAN BAHAN BAKAR

Usahakan agar pemasukan bahan bakar tidak mendapat hambatan, misalnya karena gasker carburetor tidak cocok dengan lubang karburator atau pipa intake. Begitu juga carburetor terhadap intake pipa dengan reed valve tidak pas persis.

Contoh menurut peraturan perlombaan, carburetor untuk kelas standard tidak boleh diganti dengan yang lebih besar tetapi boleh dimodifikasi atau lubang venture boleh diperbesar.

Kalau lubang venture di pebesar maka dibubut secara offset keatas, sehingga bagian bawah dari lubang venturi tidak terganggu.

Throttle valve juga harus di modifikasi yaitu diameternya diperbesar juga, karena kalau tidak maka throttle valve tidak dapat ditutupi dengan sempurna (bocor di samping),

Untuk menampung kapasitas carburetor yang telah diperbesar maka reed valve juga perlu penanganan yaitu lubang-lubang di perbesar dalam batas-batas yang aman, bila mungkin daun reed valve diganti dengan reed valve yang lebih besar sehingga pembesaran lubang-lubang bias lebih baik. Bagian-bagian cylinder dibawah juga perlu dipotong.

SYSTEM EXHAUST (PEMBUANGAN atau KENALPOT)

System exhaust dari mesin 2 langkah sangat besar pengaruhnya terhadap power mesin.

Sebagai contoh, bila buffle pipe dilepas maka suara knalpot menjadi keras, seolah-olah mesinlebih baik namun sesungguhnya power drop secara drastic.

Karena dalam peraturan perlombaan balap untuk kelas standard tidak diperkenankan mengganti kenalpot namun hanya boleh merubah system dalamnya itu sendiri, seperti  merubah atau menghilangkan sekat-sekat/buffle plate, maka berhati-hati dalam melaksanakan perubahan tersebut.

Untuk kelas pull tune up, knalpot boleh diiganti dengan type knalpot racing. Bentuk dan volume chambernya jauh berbeda dengan kenalpot standard.

MEMODIFIKASI BAGIAN READ VALUE

Saluran lubang di read valve di bagin masuknya bahan bakar dikorek.

MEMODIFIKASI BAGIAN KOPLING

Untuk yang masih mengunakan kopling otomatis, otomatisnya dilepas dan gear yang terdapat pada kruk-as dipasang deeker kopling (bisa dibeli).

MEMODIFIKASI KARBULATOR

Pada kendaraan karburator sangat penting sekali kegunaannya, jika karburator tidak bagus atau settingannya tidak tepat, maka akan mengurangi tenaga mesin yang sudah dikorek maksimal. Untuk menyetting karbulator feiling harus sangat kuat, karena kemauan dari pengendara balap dan standard perbadaannya sangat jauh. Pengendara balap (joki) kemauannya power ada terus diawal putaran atau di akhir putaran mesin.

MEMODIFIKASI BAGIAN SILINDER

Untuk memodifikasibagian silinder kita harus memahami terlebih dahulu proses keja 2 tak dan 4tak. Karena dibagian silinder ini terjadi prosestransfer bahan bakar, lubang buang yang diteriskan ke knalpot dan port(buang bilas). Untuk itu kita sangat perlu ketelitian, kehalusan, kerapian, kesabaran dan didukung feiling yang sangat kuat. Karena tidak sedikit petuner/pengorek mengalami kegagalan dibagian silinder ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s